Merauke, Suryapapua.com-“Tanah dan alam di Wanam-Kampung Wogikel, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan adalah titipan leluhur. Sehingga pemerintah menghormati nilai-nilai adat, menjaga lingkungan dan menjamin hak masyarakat tetap terlindungi, termasuk pemberian tali asih sebagai bentuk tanggung jawab negara.”
Demikian disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin saat berdialog bersama masyarakat di Wanam dua hari lalu.
Menhan didampingi Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Lucky Avianto, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, Tokoh Papua Selatan, John Gluba Gebze serta sejumlah pejabat lain.
Kunjungan Menhan itu, dalam rangka peninjauan progres program strategis nasional (PSN) cetak sawah 2 juta hektar, sekaligus peninjauan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 861-Maleo Kamur, yang menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, kesejahteraan masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan di Papua Selatan.
Menhan dalam kesempatan itu menjelaskan, PSN cetak sawah merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.
Papua Selatan, lanjut Menhan, memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional. Jadi pemerintah hadir memastikan potensi dimaksud memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut Menhan menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan, cetak sawah serta dukungan sarana pertanian tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat ekonomi lokal.
Dijelaskannya, hak-hak masyarakat adat tetap menjadi perhatian utama pemerintah.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menegaskan, PSN cetak sawah merupakan program negara yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten guna menciptakan pembangunan berkelanjutan.
Bagi Gubernur Safanpo, program PSN bukan hanya membangun sawah, tetapi membangun masa depan.
Dimana infrastruktur pertanian, akses jalan serta pendampingan akan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Tokoh Papua Selatan sekaligus anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Jhon Gluba Gebze menilai, program ini sebagai peluang besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat adat.
“Pembangunan ini membawa manfaat jangka panjang. Anak-anak kita ke depan tidak hanya hidup dari alam, tetapi memiliki kemampuan bertani, akses pendidikan maupun ekonomi lebih baik,” tandasnya.
Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Lucky Avianto menekankan TNI mendukung penuh program ketahanan pangan sebagai bagian dari pengabdian kepada rakyat.
“TNI hadir memastikan pembangunan berjalan aman dan lancar. Ketahanan pangan yang kuat akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan stabilitas wilayah,” katanya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun






