Jakarta, Suryapapua.com– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menggandeng 35 mitra strategis, salah satunya adalah Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) periode 2024-2026.
Dari rilis yang diterima suryapapua.com, kemarin, Ketua Presidium PP PMKRI, Susana Florika Marianti Kandaimu mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kerjasama dimaksud, sekaligus menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Komdigi.
“Terima kasih kepada Ibu Menteri Meutya Hafid bersama jajarannya atas kolaborasi ini. Penandatanganan MoU bukan akhir, tetapi awal kerja sama yang baik,” ungkapnya.
PMKRI, demikian, Susana—- perempuan cerdas asal Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan mengaku, sejak lama konsen dengan penguatan literasi digital mulai dari edukasi masyarakat hingga pelatihan talenta digital, termasuk literasi artificial intelligence (AI).
Sementara Presidium Riset dan Teknologi PP PMKRI, Yohanes G. Karmon menambahkan, PMKRI akan memaksimalkan peluang kolaborasi ini guna memperkuat literasi digital di tingkat nasional maupun daerah.
“Penandatanganan MoU adalah langkah besar bagi kami. PMKRI memiliki 88 cabang se-Indonesia,” katanya.
Selain menjadi target program, cabang-cabang akan diberdayakan sebagai perpanjangan tangan dalam meningkatkan literasi digital di daerah masing-masing.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menjelaskan, kerja sama tersebut penting, mengingat besarnya tantangan dalam menjangkau lebih dari 220 juta pengguna internet di Indonesia, tak dapat dihadapi pemerintah sendiri.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu mitra strategis yang dapat menjadi perpanjangan tangan dalam melakukan literasi digital,” ujarnya.
Dia menekankan pengembangan talenta digital harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur teknologi.
“Pekerjaan rumah bersama bukan hanya infrastruktur teknologinya, tapi juga infrastruktur manusia. Talenta digital ini bagian dari infrastruktur utama,” tandasnya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun






