Uskup Mandagi : ‘Tak Perlu Anggota Brimob Bertugas di Wanam’

Laporan Utama137 views

Merauke, Suryapapua.com– Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC menyoroti keberadaan anggota Brimob yang bertugas di Wanam, Kampung Wogikel, Distrik Ilwayab.

Sorotan itu disampaikan Uskup Mandagi saat dutemui sejumlah wartawan Sabtu (21/5). “Kan banyak aparat keamanan bertugas di Wanam baik TNI/Polri, namun kenapa tak  bisa bekerjasama menjaga kamtibmas disana,” tanya Uskup.

Dari informasi yang didapatkan, jelas Uskup Mandagi, aparat TNI/Polri disana hanya saling menunggu. Sehingga harus didatangkan anggota Brimob dari Merauke bertugas di Wanam.

“Saya kira tidak perlu anggota Brimob bertugas di Wanam, karena sudah banyak  anggota TNI/Polri yang melaksanakan tugas disana,” ujarnya.

Uskup Mandagi juga menyebut, informasi lain yang didapatkan, anggota Brimob yang bertugas disana, harus dibayar  rakyat untuk melakukan pengamanan.

“Katanya masyarakat kumpul dana untuk anggota Brimob agar mereka bisa tinggal di Wanam melakukan pengamanan. Nanti saya tanyakan ke Kapolda Papua apakah aparat saat melakukan pengamanan harus  dibayar lagi oleh rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, online Surya Papua telah mengangkat persoalan ini dan langsung diklarifikasi Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Papua, Kompol  Clief Gerald Duwith.

“Anggota saya tak pernah meminta-minta uang, apalagi melakukan pemerasan kepada rakyat kecil,” tegasnya.

Kompol Duwith mengungkapkan, beberapa anggota yang ditugaskan di Wanam, setelah perwakilan masyarakat datang meminta secara langsung di kantornya,  lantaran situasi disana kurang kondusif.

“Jadi utusan warga bertemu saya diruangan kerja. Lalu saya meresponi dengan positif. Sehingga anggota dikirim kesana melakukan pengamanan dan situasi di Wanam sekarang sangat kondusif,” ujarnya.

Ditegaskan kembali anggotanya tak pernah meminta-minta uang dari rakyat. Kehadiran mereka semata-mata menjaga keamanan dan faktanya rakyat kecil berjualan atau melaksanakan aktivitas seperti biasa, tanpa ada gangguan siapapun.

“Sekali lagi, saya tak mau institusi menjadi buruk karena itu. Kehadiran anggota  semata menjaga keamanan atas permintaan masyarakat Wogikel,” jelasnya.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *