Romanus Mbaraka Ukir Sejarah di Negeri ini, Anak Marind Dilantik Jadi Sekda Merauke

Pemerintahan225 views

Merauke, Suryapapua– Suasana hening-sepi selama beberapa menit, ‘bak’  tanpa penghuni, padahal di auditorium kantor bupati itu, ratusan pasang mata sedang fokus  dan  mengarahkan pandangan kepada Bupati Merauke, Romanus Mbaraka yang sedang berdiri di atas podium-berhadapan langsung dengan microfon.

Usai menyapa Wakil Bupati Merauke, H. Riduwan, Wakil Kertua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Dominikus Ulukyanan, Rektor Unmus, BeatusTambaib serta musyawarah pimpinan daerah (Muspida) dan pejabat dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD), Romanus Mbaraka, anak kampung dari Pulau Terapung Kimaam terdiam selama kurang lebih dua menit.

Tak disangka dan diduga, buliran air mata keluar.  Perlahan mengangkat tangan kanan-nya, ia menyeka air mata yang melele membasahi kedua pipinya. Melihat itu,  sekretaris pribadinya Corneles Upessy ‘berlari kecil’ sambil menyodorkan tissue.

Dengan suara terbata-bata dari balik microfon, Romanus Mbaraka melanjutkan sambutannya. Raut wajah semua yang hadir dalam ruangan-pun berubah dan ikut terharu.

Muspida sedang foto bersama dengan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka bersama Sekda yang baru dilantik – Surya Papua/Frans Kobun
Muspida sedang foto bersama dengan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka bersama Sekda yang baru dilantik – Surya Papua/Frans Kobun

“Memang kita orang Marind untuk sampai mendapat atau menduduki posisi Sekda Merauke, sangat susah. Hari ini saya buktikan dengan hadirnya Provinsi Papua Selatan, akhirnya Jeremias Paulus Ndiken, anak negeri,  saya lantik menjadi Sekda,” ungkap Bupati Mbaraka dalam sambutannya Rabu (5/7).

Bupati Mbaraka berceritera, saat mengambil keputusan terakhir menjatuhkan pilihan kepada Jeremias Paulus Ndiken menjadi Sekda Merauke, ia merasa seperti dipandu.

“Begitu sembayang semalam, saya sadar dan bermimpi kembali ke asrama.Dimana kami anak-anak dari pedalaman, dikumpulkan Bapak Uskup Agung Merauke serta pastor untuk dibimbing, didampingi tinggal di asrama sambil sekolah,” ujarnya.

“Dan ternyata ada hasil besar dari asrama, dimana muncul anak Marind seperti kaka John Gluba Gebze,  saya sendiri dan hari ini juga Jeremias Ndiken saya lantik jadi Sekda Merauke,” tegasnya.

Terimakasih banyak untuk para guru terdahulu serta para misionaris Katolik yang telah menghantar anak Marind  menduduki posisi jabatan seperti sekarang.

Para kepala dinas yang menghadiri pelantikan Sekda Merauke, Yeremias Paulus Ndiken – Surya Papua/Frans Kobun
Para kepala dinas yang menghadiri pelantikan Sekda Merauke, Yeremias Paulus Ndiken – Surya Papua/Frans Kobun

Lebih lanjut Bupati Mbaraka mengungkapkan, perjalanan menjadi Sekda Merauke bagi orang Marind, sangat sulit. Namun hari ini  Tuhan dan leluhur merestui untuk anak negeri  terbaik dilantik menjadi seorang Sekda.

“Kalau sempurna  punya Tuhan, tapi kalau lebih dan kurang,  adalah bagian dari proses hidup yang dijalani. Tetapi sejarah membuktikan, hari ini secara jantan saya katakana, anak asli yang bapak ibu tinggal di atas tanah ini, kami masih ada dan tak akan pernah punah. Kita akan tumbuh dan siap bersaing dengan siapa saja,” ungkapnya.

“Sejarah telah ditorehkan. Anak Marind menjadi Sekda Merauke pertama sejak  tahun 1902 hingga hari ini. Perjalanan sangat panjang dan sudah saatnya terjadi,” ungkapnya.

Khusus kepada adik-adik orang Marind, harus terus kembangkan diri dan rajin kerja, menguasai life skil, teknologi  serta kapasitas, lalu   tampil percaya diri.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mbaraka berpesan kepada Sekda Merauke  untuk berjalan bersama.

“Laksanakan tugas dengan baik, kita semua sudah komit termasuk para senior untuk berikan dukungan penuh terhadap Pak Sekda Merauke. Bahkan ada senior mengatakan, kita masih ada. Bilang anak Marind berkembang, kami punya hati untuk mereka, lalu kami pasti ada di belakang,” kata Bupati Mbaraka menirukan pesan sejumlah senior.

“Sekali lagi, akhirnya sejarah diukir hari ini. Dimana Jeremias Paulus Ndiken ‘menahkodai’ jabatan Sekda Merauke. Terimakasih kepada para senior yang terus mendorong kami maju,” katanya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *