oleh

Pesan Bupati Merauke Kepada Ratusan Pejabat Yang Dilantik

Merauke, Suryapapua.com-Bupati Merauke, Romanus Mbaraka melantik 395  pejabat Eselon II, III dan IV di  lingkungan pemerintah setempat yang berlangsung di Swiss belhotel Kamis (4/8).

Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Merauke, H. Riduwan, Sekretaris Daerah (Sekda), Ruslan Ramli dan musyawarah pimpinan daerah (Muspida) serta tamu undangan lain.

Dalam sambutannya, Bupati Mbaraka mengajak kepada ASN yang telah dilantik hari ini, agar tetap bersyukur dan sama-sama bekerja membangun Tanah Malind.

“Saya mengucapkan selamat kepada pejabat yang telah dilantik. Semoga dengan jabatan didapatkan, agar senantiasa bersyukur kepada Tuhan,” pintanya.

Bupati Mbaraka juga menyampaikan permohonan maaf kepada yang belum dilantik. Karena jumlah jabatan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) juga terbatas. “Ya, tunggu saja untuk mengisi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan,” katanya.

Foto bersama Bupati-Wakil Bupati Merauke, Romanus Mbaraka-H. Riduwan dengan ratusan pejabat yang dilantik – Surya Papua/Frans Kobun
Foto bersama Bupati-Wakil Bupati Merauke, Romanus Mbaraka-H. Riduwan dengan ratusan pejabat yang dilantik – Surya Papua/Frans Kobun

Lebih lanjut dikatakan, jabatan apapun yang diberikan, harus disyukuri. Lalu dimana saja ditempatkan, tunjukkan kualitas kerja. Semua jabatan di pemerintahan, tak ada plus-minusnya.

“Saya berharap setelah dilantik, harus bekerja. Beberapa waktu lalu, ada yang dilantik, mengembalikan jabatan. Bukannya mensyukuri, tetapi justru melancarkan aksi protes,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mbaraka mengajak semua orang harus  cerdas dalam berpikir, iman dan  memiliki skill hebat. Ingat bahwa seorang ASN, bisa mendapatkan gaji secara rutin tiap bulan, bukan dari jabatan tetapi NIP. Jabatan hanyalah penunjang tambahan penghasilan.

“Negara memberikan gaji, bukan kepala dinas ataupun bupati. Jadi bekerjalah untuk negara. Sama seperti di institusi TNI. Begitu hari ini ditugaskan, harus pergi  karena digaji negara. Sama halnya dengan ASN juga demikian digaji negara dan tak ada beda,” ungkapnya.

Khusus pejabat yang masih usia muda, jelasnya, masih memiliki peluang kedepan. Dalam tiga sampai empat tahun kedepan,  banyak persaingan dari aspek sumber daya manusia (SDM), apalagi sudah hadir Provinsi Papua Selatan.

Persaingan itu,  datang dari ASN Mappi, Boven Digoel, Asmat bahkan luar daerah Papua. Sehingga harus siap dari sekarang untuk berkompetisi, lalu  memiliki kapasitas dan kapabilitas.

Diakui ASN OAP saat ini menjadi prioritas negara. Namun demikian, syarat teknis harus dipenuhi. Kalau menuntut suatu jabatan, sejumlah persyaratan perlu diperhatikan terlebih dahulu.

“Saya mengajak kita semua berbhakti kepada negara melalui rahmat yang telah diberikan sebagai aparatur dengan melaksanakan tugas serta tanggungjawab sebaik mungkin,” pintanya lagi.

Penulis:Yulianus Bwariat

Editor: Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *