Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru, Ini Pesan Penjabat Gubernur Papua Selatan dan Bupati Merauke

Pendidikan323 views

Merauke, Suryapapua.com-Peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru di Kabupaten Merauke, ditandai dengan berbagai kegiatan dan puncak acara adalah syukuran yang berlangsung di GOR Hiad Sai, semalam.

Hadir dalam HUT tersebut, Penjabat Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka serta tamu-undangan lain.

Penjabat Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dalam sambutannya menjelaskan, dari banyaknya lembaga pendidikan di dunia, umunya memiliki dua tujuan yakni memberikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada peserta didik serta  menyalurkan ilmu keterampilan.

Tujuan paling utama, menurut Penjabat Safanpo, adalah bagaimana  menghasilkan anak-anak  menjadi orang jujur, berlaku adil, disiplin dan mampu menghargai orang lain.

Penjabat Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo berikan sambutan – Surya Papua/Yulianus Bwariat
Penjabat Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo berikan sambutan – Surya Papua/Yulianus Bwariat

“Dalam  sistem pendidikan kita, jika tujuan itu dicapai, maka akan menghasilkan manusia  utuh,”  ujarnya.

Namun demikian, jika seseorang dihasilkan dan memiliki  ilmu tinggi, pengetahuan teknologi dan keterampilan tinggi namun tidak dilengkapi nilai-nilai kemanusiaan seperti disiplin, jujur, adil serta menghargai orang lain, maka belum dikatakan lulusan  utuh.

Peran guru,  sangat sentral sebagai ujung tombak Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI  dalam menciptakan manusia-manusia Indonesia yang utuh.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Yulianus Bwariat
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Yulianus Bwariat

Sementara Bupati Merauke, Romanus Mbaraka saat menyampaikan sambutannya mengatakan, tanpa adanya guru, maka tak ada manusia yang memiliki pengetahuan tinggi dan sukses.

“Kita semua harus bekerja. Kalau  mau mengharapkan semua kebutuhan terpenuhi dahulu baru melaksanakan tugas, sama saja itu mimpi disiang bolong,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mbaraka meminta kepada para guru agar tak mengambil kredit di bank melebihi kemampuan keuangan. Sebab  akan memengaruhi semangat kerja serta menimbulkan dampak buru.

“Mari kita tanamkan bhakti seperti agama saya yang mengajarkan tanpa pamrih untuk melayani. Sudah banyak sekali anak-anak Marind  berhasil dan kembali mengabdi di kampungnya  di tanah Marind,” ujarnya.

Bupati Mbaraka menambahkan, dirinya sangat menghargai dunia pendidikan. Sehingga rencananya hari ini pemerintah setempat akan mengirim anak-anak Marind untuk mengenyam pendidikan perguruan tinggi di negara Rusia dan Amerika.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *