oleh

Penerimaan Karyawan Oleh PT Dongin Prabhawa, OAP Diabaikan, Non Papua Diprioritaskan

Merauke, Suryapapua.com–  Penerimaan karyawan oleh PT Dongin Prabhawa, perkebunan kelapa sawit di Maam, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke menyisahkan berbagai persoalan, hingga mengakibatkan ketidakpuasan berbagai kalangan.

Salah satunya adalah orang asli Papua (OAP) bahkan anak pemilik ulayat di Maam , berkas lamaran mereka ditumpuk begitu saja, tanpa adanya suatu kejelasan.

Sementara orang non Papua yang datang dari kampung  ke lokasi perusahan,  dengan begitu cepat diterima  tanpa melamar atau istilahnya melalui  jalan potong.

Demikian disampaikan salah satu  staf  HRD Personalia PT Dongin Prabhawa, Felix  Ferdinand Randonggir saat ditemui Surya Papua Rabu (13/7). “Saya bekerja di dalam kantor itu di Maam, sehingga sangat mengetahui kondisi sesunggguhnya,” tegas dia.

Betapa tidak,  banyak sekali  OAP bahkan anak-anak dari pemilik ulayat yang  hutan dan dusunnya digusur untuk kegiatan perkebunan kelapa sawit, tidak diterima.

“Mereka datang di kantor perusahan di Maam dengan melengkapi berbagai persyaratan termasuk lamaran. Namun sayangnya, dokumen  diabaikan dan disimpan begitu saja. Jawaban dari pimpinan disana agar menunggu saja,” tegasnya.

Secara umum OAP yang melamar mengantongi ijazah S1, D3 dan SMA. Hanya saja, nasib mereka digantung sampai sekarang.

Tetapi sangat disayangkan dan disesalkan adalah pendatang yang baru tiba di Maan, dalam hitungan hari sudah diterima menjadi karyawan entah di lapangan maupun kantor.  Padahal tidak memiliki keahlian sama sekali juga.

“Jadi saya menilai ada sistem kesukuan dibangun managemen PT Dongin Prabhawa di Maam,” tegasnya.

“Bagi saya tak ada keadilan bagi orang Papua. Saya berani buka-bukaan karena setiap hari bekerja di kantor dan mengetahui berbagai persoalan di dalam termasuk penerimaan karyawan,” ujarnya.

Felix menambahkan, sampai sekarang,  di bagian administrasi kantor milik  perusahan tersebut,   tak  ada satupun orang asli Papua diberdayakan. Hampir semua adalah pendatang dari berbagai daerah.

Pimpinan PT Korindo Grup Cabang Merauke (anak perusahan PT Dongin Prabhawa), Johanes Retob di ruang  kerjanya mengatakan pihaknya tak bisa memberikan penjelasan.

“Saya tidak mengetahui kondisi disana, sehingga bisa langsung hubungi saja Manager Personalia Dongin Prabhawa Maam, Deni Wasa,” sarannya.

Sementara Deni Wasa ketika dihubungi melalui ponselnya, sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *