oleh

Penantian dan Harapan Itu Datang di SP-3, Setelah 35 Tahun Menunggu

Merauke, Suryapapua.com– Suasana di SP-3, Kampung Sumber Harapan, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke tak seperti hari-hari sebelumnya. Aura dalam kampung terlihat sangat hidup dengan berbagai rutinitas dari pagi hingga malam hari.

Tahapan dan persiapan terus dilakukan pada Minggu (29/5)  menuju jarum jam pukul 15.00 WIT untuk mengarak Pastor Robertus Talaroga, MSC yang telah ditahbiskan  Mgr. Benediktus Roli di Gereja Hati Kudus Karombasan-Manado  7 Mei lalu menjadi imam.

Di rumah imam baru Robertus, menunggu ratusan masyarakat yang adalah masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dari sejumlah daerah seperti SP-7, Erom, Jagebo, kota, Muting, Ulilin hingga utusan dari Kabupaten Boven Digoel.

Bunyi serulung, gong dan gendang menggelegar ke angkasa. Setelah tiba wakunya, Pastor Robertus yang  ’berdarah  kental’ Ende-Lio itu,   akhirnya keluar dari rumah. Lalu dilakukan seremoni adat. Selanjutnya diterima perwakilan etnis Ende diiringi tarian.

Prosesi perarakan di jalan utama-pun berlangsung. Didampingi ratusan warga, Pastor Robertus diterima utusan masyarakat Lamaholot dengan tarian hedung.  Selanjutnya diterima orang Maumere. Lalu dengan tarian Papua yang dibawakan Orang Muda Katolik (OMK).

Salah satu tarian Hedung oleh keluarga Lamaholot saat ikut mengarak imam baru – Surya Papua/Frans Kobun
Salah satu tarian Hedung oleh keluarga Lamaholot saat ikut mengarak imam baru – Surya Papua/Frans Kobun

Terakhir ditutup tarian Ende lagi, sebelum imam baru diserahkan keluarga kepada Gereja Katolik yang diterima oleh Vikjen Keuskupan Agung Merauke, Hengky Kariwob, MSC.

Usai diserahkan ke Gereja Katolik, imam baru bersama puluhan pastor lain mempersiapkan diri untuk perayaan misa syukur yang telah dipadati ratusan umat di bawah tenda.

Hadir dalam misa syukur, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka didampingi isteri tercinta, Imelda Carolina Mbaraka, Ketua Flobamora Papua, Sulaeman Hamzah serta tamu undangan lain, termasuk pejabat dari organisasi perangkat daerah (OPD).

Lalu ikut juga, orangtua angkat Pastor Robertus yang datang dari Manado untuk mendampinginya selama syukuran berlangsung, sekaligus bertemu keluarga besar di SP-3.

Ketua Panitia syukuran, Elias Kite dalam laporanya mengatakan, keluarga Flores, Sumba, Timor dan Alor (Flobamora) di Kabupaten Merauke bersukacita dengan perayaan misa Pastor Robertus  yang menjadi kebanggaan umat Katolik  di KAME.

“Akhirnya 35 tahun penantian terjawab. Dimana umat Katolik yang berbasis di SP-3 Kampung Sumber Harapan, Tanah Miring yang merupakan warga transmigrasi asal Nusa Tenggara Timur (NTT), kini  mempersembahkan satu putra terbaiknya untuk berkarya dan bekerja di Ladang Tuhan,” ujar Mite.

 Ketua panitia syukuran, Elias Mite sedang menyampaikan laporannya pada syukuran imam baru – Surya Papua/Frans Kobun

Ketua panitia syukuran, Elias Mite sedang menyampaikan laporannya pada syukuran imam baru – Surya Papua/Frans Kobun

Pastor Robertus Talaroga MSC, demikian Mite, merupakan anak Flobamora yang  harus didukung dalam pentahbisan imamatnya pada 7 Mei lalu di Manado. Jadi  pantas ketika sukacita sedang dialami dan dirasakan.

“Atas nama panitia dan keluarga, saya menyampaikan terimakasih banyak kepada keluarga Flobamora baik dari Provinsi Papua, Merauke dan Boven Digoel yang telah memberikan dukungan hingga terselenggaraknya syukuran ini,” ujarnya.

Selain itu, kepada Pemkab Merauke terurama keluarga Romanus Mbaraka yang tak henti-hentinya mensuport dari persiapan hingga puncak acara mal m ini.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *