oleh

Peduli Masyarakat Distrik Waan, SMAN I Merauke Galang Dana dan Sembako

Merauke, Suryapapua.com-Para guru dan siswa-siswi di Sekolah Menengah Negeri (SMA) I Merauke melakukan penggalangan dana, sembako serta pakaian laik pakai  untuk masyarakat di sebelas kampung di Distrik Waan yang mengalami musibah banjir rob beberapa waktu lalu.

Ketua Osis SMAN I Merauke, Christina Yolmen saat ditemui Surya Papua Selasa (21/12) menjelaskan, penggalangan dana serta sembako, berlangsung sejak 15-18 Desember lalu. Sejumlah kebutuhan termasuk dana tersebut, sudah terkumpul dari para guru maupun siswa-siswi.

“Kami belum menghitung berapa dana telah terkumpul. Tetapi jelasnya setelah dihitung akan disampaikan secara resmi kepada Kepala Sekolah SMAN I Merauke, Sergius Wimsiwor,” ungkapnya.

Pengumpulan dana maupun sembako serta pakaian laik pakai itu, menurut Yolmen adalah sukarela dari para guru serta siswa-siswi. Tak ada unsur pemaksaan dilakukan.

Dengan bantuan dimaksud, jelasnya, sekaligus meringankan beban  masyarakat yang mengalami musibah.

Untuk teknis pengiriman, katanya, tergantung komunikasi kepala sekolah dengan pemerintah lebih lanjut. “Kami  hanya punya tugas menggerakan teman-teman  menyumbangkan dari yang dimiliki. Sedangkan proses pengiriman hingga ke kampung-kampung, tentu bapak kepala sekolah lebih tahu,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Dominikus Ulukyanan mengatakan, akibat banjir rob, tanaman serta rumah warga di sebelas kampung di Distrik Waan terendam.

Lalu, jelasnya, tanaman yang sudah ditanam seperti umbi-umbian, dipastikan tak bisa dipanen. Karena terendam air asin. Sehingga cadangan makanan di rumah tidak ada lagi.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menjelaskan, pihaknya berterimakasih kepada semua pihak yang peduli terhadap musibah yang dialami masyarakat disana. “Ya, pemerintah juga sedang menyiapkan beras, susu serta telur untuk dikirim dalam waktu dekat,” ungkapnya.

“Saya harus mendapatkan data secara detail terlebih dahulu dari Kepala Distrik Waan, agar penyaluran bantuan ke setiap kampung, tepat sasaran. Lalu pola pembagian juga sudah dirubah,” katanya.

Setiap kampung,  tidak diberikan 1-2 ton beras. Tetapi dibagi sesuai jumlah kepala keluarga yang akan mendapatkan 10 kg. Itu dengan tujuan agar bantuan sampai di tangan rakyat .

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *