Menuju Pencoblosan 14 Pebruari 2024, Sekecil Apapun Konflik Harus Dihindari, Tolak Serangan Fajar!

Laporan Utama187 views

Merauke, Suryapapua.com– Berbagai seruan  disampaikan tokoh agama di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan kepada masyarakat  menjelang pemilihan umum (pemilu)  14 Pebruari 2024, sehubungan hak pilih yang akan diberikan di bilik suara TPS dalam memilih Presiden-Wakil Presiden RI, anggota DPR RI, provinsi, kabupaten/kota serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merauke, H. Muhammad Jufri Thamrin kepada Surya Papua Minggu (10/02/2024)  menghimbau sekaligus mengingatkan umat Islam berpartisipasi aktif dalam mensukseskan Pemilu 2024.

Lalu, pintanya, kepada umat Islam yang memiliki hak pilih agar tidak boleh golput. Gunakan hak pilih masing-masing sesuai hati nurani disertai rasa tanggungjawab sebagai warga negara Indonesia.

“Kita harus hindari konflik sekecil apapun, baik   yang bernuansa SARA , sosial, ekonomi, budaya maupun konflik karena perbedaan pilihan,” pintanya.

Selain itu, demikian Jufri, menolak serangan fajar. Tidak tergiur uang yang diberikan siapapun, karena bertentangan dengan undang-undang serta agama.

“Terakhir saya ajak seluruh komponen masyarakat  dapat menerima hasil pemilu yang dilaksnakan secara jujur, adil dan bermartabat,” katanya.

Gunakan Hak Pilih

Ketua Klasis GPI Papua Merauke, Pdt. Viktor N. Jelira, S.Th – Surya Papua/Frans Kobun
Ketua Klasis GPI Papua Merauke, Pdt. Viktor N. Jelira, S.Th – Surya Papua/Frans Kobun

Sementara itu, Ketua Klasis GPI Papua Merauke, Pdt. Viktor N. Jelira, S.Th juga menghimbau kepada semua orang mengikuti pesta demokrasi  dengan penuh damai.

Gunakanlah hak pilih dengan baik memilih pemimpin negara serta wakil rakyat baik untuk di senayan, provinsi serta kabupaten/kota.

“Pada tanggal 14 Pebruari 2024, kita semua ke tempat pemungutan suara (TPS) memberikan atau mencoblos pilihan yang diinginkan dengan penuh tanggungjawab,” pintanya.

Pendeta Jelira mengakui setiap orang mempunyai pilihan berbeda, tetapi dalam perbedaan, bukan berarti untuk saling menjelekan satu sama lain.

“Mari kita terus menggerakan kebersamaan dan menjaga  kerukunan meskipun pilihan berbeda. Kita punya komitmen bersama  memilih pemimpin  terbaik demi Indonesia ke depan,” ungkapnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *