oleh

Ini Pesan Bupati Merauke Untuk Wisudawan STIA Karya Dharma

Merauke, Suryapapua.com– Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menghadiri sidang senat terbuka luar biasa wisuda sarjana strata satu (S1) angkatan XXXVII tahun akademik 2021/2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Karya Dharma Merauke yang berlangsung di auditorium kantor bupati Sabtu (26/3).

Dalam wisuda kali ini, 113 mahasiswa-mahasiswi resmi diwisuda dan menyandang gelar S.AP, sekaligus akan bersaing di lapangan setelah beberapa tahun mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan tersebut.

Sementara dalam arahannya, Bupati Mbaraka  berpesan kepada wisudawan harus bangkit dan berkarya. Khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) yang telah mendapatkan  ijazah, tentu juga dimanfaatkan untuk  menyesuaian kepangkatan dan lain-lain.

Sedangkan bagi yang belum bekerja, agar bangkit dan terus berkarya.  Komunikasi dengan siapa saja baik institusi-kelembagaan maupun kaasitas privat atau personalia, sehingga bisa  mendapatkan ruang pekerjaan.

Bupati Merauke saat bersama Ketua STIA Karya Dharma dan senat serta Ketua LL-DIKTI Papua dan Papua Barat – Surya Papua/Frans Kobun
Bupati Merauke saat bersama Ketua STIA Karya Dharma dan senat serta Ketua LL-DIKTI Papua dan Papua Barat – Surya Papua/Frans Kobun

Pekerjaan apa saja, jelas Bupati Mbaraka,  itu adalah awal untuk anda berkarya.  Biasanya ada orang  usai wisuda, memilih-milih  pekerjaan.  Tetapi alangkah baiknya mencari pekerjaan apa saja untuk mendapatkan pendapatan atau secara tak langsung menerjemahkan ilmu selama kuliah.

Selain itu, terus membangun diri dan berkembang. Kalau life skil masih rata rata harus terus  dikembangkan sekaligus mengejar keterampilan  serta pengetahuan. Ingat bahwa pengetahuan itu tidak berhenti dengan mendapatkan ijazah, tetapi terus berkembang sesuai zaman.

“Saya contohkan saja  di pemerintahan sekarang, pengelolaan perencanaan dan penganggaran sudah dengan aplikasi, tidak manual lagi  seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Bupati Mbaraka.

“Jadi harus terus  tingkatkan keterampilan diri, kalau tidak kalian akan kalah bersaing di lingkup pekerjaan,” pintanya.

Ditambahkan, selesai kuliah, bukan akhir dari perjuangan. Kalian  baru mendapatkan  SIM (ijazah). Ini  sekalian sebagai  modal mencari kerja.

“Provinsi Papua Selatan (PPS) sudah di depan mata. Kalian adalah pemeran utama dalam provinsi. Kalau generasi kita besok, sudah pensiun  dan hanya bermian di panggung politik,” ungkapnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *