oleh

Imelda Carolina Mbaraka Lantik 22 Ketua Tim Penggerak PKK Distrik

Merauke, Suryapapua.com– Sebanyak 22 Ketua Tim Penggerak PKK tingkat distrik secara resmi dilantik di auditorium kantor bupati Selasa (27/9).

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Imelda Carolina Mbaraka. Hadir dan ikut menyaksikan jalannya pelantikan, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka serta pejabat dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Imelda Carolina Mbaraka meminta kepada Ketua Tim Penggerak PKK di 22 distrik agar menjadi contoh bagi kaum ibu yang ada di kampung-kampung.

Lalu, pintanya, harus ada semangat jiwa membangun di tengah masyarakat.

“Jadi setelah dilantik, segera kembali ke masing-masing distrik, karena ada tugas serta tanggungjawab yang harus dijalankan dan atau dilaksanakan,” pintanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Imelda Carolina sedang memberikan sambutan – Surya Papua/Ichal Ukat
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Imelda Carolina sedang memberikan sambutan – Surya Papua/Ichal Ukat

Selain menjadi contoh bagi kaum ibu dan perempuan di kampung, juga sebagai agen pembangunan dalam keluarga. Karena Tim Penggerak PKK memiliki tugas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat khususnya dalam keluarga.

“Di dalam keluarga, jelasnya,  ada kesehatan, pendidikan, kesejahteraan yang harus kita perhatikan. Olehnya ibu-ibu distrik harus tetap semangat dan  percaya  diri dalam melaksanakan tugas yang telah diberikan,” pintanya.

Tim Penggerak  PKK Kabupaten Merauke, lanjut Imelda,  akan tetap mendukung kinerja tim penggerak PKK tingkat distrik.

“Ingat bahwa jabatan hanyalah sebuah titipan dari Tuhan. Sehingga  harus tetap percaya bahwa akan ada orang-orang di sekitar turut mendukung kinerja yang diemban,” jelasnya.

“Secara otomatis Tuhan pasti berikan kapasitas dan kekuatan untuk mendukung melaksanakan tugas ibu-ibu sekalian,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Imelda meminta kepada 22 ketua tim penggerak PKK tingkat distrik, segera melantik tim penggerak PKK di masing-masing kampung.

Tak Buat Program Muluk

Imelda juga berpesan tak membuat program muluk-muluk di tingkat distrik. Buatlah satu atau dua program, asalkan berjalan dengan baik dan lancar.

Contohnya adalah bagaimana memberikan motivasi kepada mama-mama di kampung cara memakai pakaian yang baik, mengikat rambut secara rapi dan lain-lain.

“Saya meminta agar mama-mama di kampung dilatih cara mengola ikan serta sagu dengan baik. Selain dibakar, sagu dapat diolah menjadi tepung untuk pembuatan kue atau mie,” ungkapnya.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor:   Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *