Diikuti Puluhan Peserta, Lomba Dayung Tradisional Sedot Perhatian Warga

Olahraga154 views

Merauke, Suryapapua.com– Lomba dayung tradisional adalah satu dari sekian banyak kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan  dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2023.

Perlombaan dayung tradisional berlangsung di Gudang Arang, Kelurahan Kamahedoga Rabu (9/8), diikuti puluhan peserta untuk kategori laki-laki serta perempuan.

Dari pantauan Surya Papua, kegiatan lomba dayung tradisional tersebut, menyedot perhatian puluhan warga setempat. Mereka rela meninggalkan aktivitasnya di rumah guna menyaksikan secara langsung ivent dimaksud.

Peserta lomba dayung tradisional yang berlangsung di Gudang Arang, Kelurahan Kahamedoga – Surya Papua/Frans Kobun
Peserta lomba dayung tradisional yang berlangsung di Gudang Arang, Kelurahan Kahamedoga – Surya Papua/Frans Kobun

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Diaspora) Kabupaten Merauke, Markus Mayomi mewakili seksi perlombaan menjelaskan, ada sejumlah kegiatan lomba dilaksanakan baik dayung perahu tradisional, panahan tradisional yang dipusatkan di tiga titik yakni Lapangan Lanud Dimara, Urumb serta Sota.

“Khusus panahan tradisional berlangsung Jumat 11 Agustus 2023, juga  tarik tambang serta wayase di GOR Hiad Sai,” ungkapnya.

Dikatakan, hari ini berlangsung lomba dayung  tradisional dengan jumlah peserta laki-laki serta perempuan mencapai 60-an orang.

Dimana, lanjut dia, peserta laki-laki 18 pasang, begitu juga perempuan, karena satu perahu dua orang yang terlibat dalam perlombaan.

Jadi, menurutnya, dayung perahu tradisional itu beregu. Dimana satu perahu dua orang. Nantinya  untuk kategori laki-laki saat lomba pada posisi berdiri saat mendayung,  sedangkan perempuan mengambil posisi duduk.

Ditambahkan, kegiatan lomba dayung tradisonal dihelat, karena sesuai arahan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka serta ketua panitia, Fransiskus Kamijay.

“Itu bertujuan agar budaya tak boleh hilang, sehingga dari tahun ke tahun harus dilaksanakan,” jelasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *