oleh

Bupati Merauke ‘Jenguk’ Masyarakat Marind-Buti

Merauke, Suryapapua.com– Bupati Merauke, Romanus Mbaraka ‘menjenguk’ masyarakat Marind Buti di salah satu rumah.  Kedatangan orang nomor satu itu, disambut  ratusan  warga setempat dengan sukacita.

Dari pantauan Surya Papua Rabu (2/1), suasana keakraban terbangun sangat kental, tak ada sekat diantaranya. Meski telah disiapkan terop serta kursi  di halaman rumah, namun Bupati Mbaraka memilih ke belakang sambil  duduk  bersama masyarakat pemilik negeri dalam wilayah kota ini.

Di atas terpal, bupati duduk bersilah didampingi para tokoh adat Marind-Buti, juga Lurah Samkai, Amelia E Padwa.  Sambil  ‘khaos’ (makan sirih-pinang)   bersama, sejumlah hal penting disampaikan mulai dari pendidikan,ekonomi masyarakat setempat, perumahan dan lain-lain.

Sejumlah warga saat berdialog bersama Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Frans Kobun
Sejumlah warga saat berdialog bersama Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Frans Kobun

Saat ditemui sejumlah wartawan, Bupati Mbaraka mengatakan, ada  beberapa  hal penting disampaikan masyarakat Marind-Buti. Salah satunya adalah sejumlah anak Buti yang sudah tamat SMA namun belum bekerja.

“Saya telah memerintahkan kepada Lurah Samkai agar melakukan pendataan secara detail anak-anak Marind Buti yang sudah tamat SMA maupun perguruan tinggi (PT). Sehingga bisa menjadi tenaga honorer atau lain-lain,” katanya.

Sehubungan batas kampung yang belum jelas, juga juga disampaikan masyarakat setempat. “Memang  batas wilayah harus segera diselesaikan dengan baik. Sehingga penggunaan dana kampung tepat sasaran,” tegasnya.

Khusus berkaitan dengan perumahan, menurutnya, tetap  menjadi perhatian untuk dibangun. Namun datanya harus lengkap dan jelas sesuai laporan dari Kelurahan Samkai.

Bupati menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemeliharaan cagar budaya di Buti. Karena ada beberapa tempat sacral yang harus mendapat perhatian. Sehingga nantinya diceriterakan kepada anak cucu tentang sejarah awal nenek moyang mereka disini.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *