Besok, 123 Kelompok Peserta Meriahkan Karnaval Budaya HUT Merauke ke-121

Pemerintahan120 views

Merauke, suryapapua.com – Panitia Penyelenggara Hari Ulang Tahun (HUT) Merauke ke-121 menggelar karnaval atau pawai budaya yang dilaksanakan Kamis 9 Pebruari 2023.

Karnaval budaya bakal melibatkan 123 barisan peserta yang berasal dari kelompok etnis Nusantara, profesi, cabang olahraga dan satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Merauke dan sekitarnya.

Karnaval akan  dibuka langsung Bupati Merauke, Romanus Mbaraka bersama unsur Forkompimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh lainnya.

Lalu di garis finish, kontestan karnaval diterima Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sandi Sultan bersama para  asisten serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Barisan karnaval mengambil star di depan markas Kodim 1707/Merauke melintas di Jalan Raya Mandala – Jalan Ahmad Yani -Jalan Brawijaya dan finish di depan halaman Kantor Bupati Merauke.

 

Koordinator Lapangan Karnaval Budaya HUT Merauke ke-123, Ricky Kebubun menerangkan, barisan kontestan karnaval budaya terdiri dari kelompok etnis (etnis Papua Selatan, Papua lainnya dan etnis Nusantara).

Selanjutnya, kelompok satuan pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK dan perguruan tinggi). Lalu kelompok profesi (SKPD, BUMN/BUMD, TNI-Polri) dan kelompok cabang olahraga (pencak silat, taekwondo dan sebagainya).

“Kelompok etnis Papua dan Nusantara mengenakan busana adat khas daerah. Ini membuktikan Merauke miniaturnya Indonesia. Kita di Merauke berbeda-beda, namun tetap satu dalam kebersamaan di bingkai NKRI,” kata Ricky.

Menurutnya, karnaval Budaya HUT Merauke menjadi ajang promosi pariwisata dan budaya , sekaligus silaturahmi kebangsaan antara suku dan budaya di Nusantara yang beraneka ragam.

“Kami thecnical meeting kemarin, animo masyarakat peserta karnaval dan sambutan-sambutan luar biasa. Jadi mereka semua mensupport  meramaikan HUT Merauke. Seperti biasa karnaval budaya ini menjadi tradisi kita setiap tahun,” ujarnya.

“Ini menunjukkan bahwa kita di Merauke meskipun berasal dari latar belakang suku, agama dan budaya berbeda, tetap   satu, hidup rukun dan damai dalam nafas dan semboyang Merauke ‘Izakod Bekai Izakod Kai’ (Satu Hati Satu Tujuan),” pungkasnya.

Penulis : Hendrik Resi

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *