Belasan Tahun, Puluhan OAP di Serkambu-Senayu Tak Pernah Nikmati Listrik, Hanya Andalkan Lampu Pelita

Laporan Utama168 views

Merauke, Suryapapua.com– Beginilah kondisi kehidupan masyarakat di Dusun Serkambu, Kampung Senayu, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan yang berjumlah 25 kepala keluarga (KK) atau sekitar 70-an jiwa penduduk setempat.

Rupanya puluhan warga  yang nota bene adalah orang asli Papua (OAP) itu, sudah 15 tahun lebih, tinggal dan atau menghuni Dusun Serkambu. Hanya saja, nyaris  tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Salah satu fakta nyata adalah, jaringan PLN hingga kini belum masuk ke sana, padahal antara permukiman warga Serkambu dengan orang eks transmigrasi di Sermayam Dua (Kampung Ngguti Bob), sangat dekat.

Mereka (warga eks transmigrasi;red), sudah lama dialiri instalasi listrik, sehingga siang malam lampu di rumah tetap menyala.

Sedangkan warga  di Dusun Serkambu, masih gelap gulita. Mereka hanya mengandalkan lampu pelita pada malam hari untuk bisa menerangi rumah.

Perwakilan Masyarakat Serkambu, Niko Siakop – Surya Papua/Frans Kobun
Perwakilan Masyarakat Serkambu, Niko Siakop – Surya Papua/Frans Kobun

Niko Siakop, Perwakilan Masyarakat Dusun Serkambu kepada Surya Papua, kemarin mengaku, beginilah kondisi yang dihadapi dari waktu ke waktu disini. Berbagai persoalan terus mendera kehidupan mereka.

“Ya, salah satu contoh nyata adalah, jaringan listrik  tak kunjung masuk disini, padahal kami sudah tinggal disini sekitar 15 tahun lamanya,” kata Niko.

Dia mengaku, berbagai usaha dan perjuangan telah dilakukan dengan bersurat maupun menyampaikan secara langsung ke aparat di Kampung Senayu. Hanya saja, terkesan dianggap angin lalu.

“Tidak tahu dengan cara apa lagi kami lakukan. Jadi pasrah saja dengan kondisi seperti begini,” jelasnya.

Setiap malam, menurutnya, masyarakat hanya mengandalkan lampu pelita untuk menerangi rumah mereka.

“Kami sangat berharap dan memohon kepada  Bapak Bupati Merauke, Romanus Mbaraka membantu apa yang kami suarakan ini. Kami hanya minta agar listrik bisa masuk disini dalam waktu dekat,” pintanya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *